Perjuangan Seorang Youtuber, Masih Mengejar 1000 subs dan 4000 jam tayang

Perjuangan Tinggal Sedikit Lagi



masih mengejar ketertinggalanku di dunia broadcast dan kontent kreator video youtube. pasalnya untuk menjadi mitra Youtube itu memang membutuhkan proses yang tidak setengah-setengah. semua upaya harus dilakukan termasuk rajin membuat dan mengupload konten-konten yang original. intinya semua itu tidaklah semudah membalikan telapak tangan,  harus ada kerja keras didalamnya dan berani bermimpi. betul kata teman "jika ada yang mengatakan pekerjaan ini (broadcaster dan blogger) hanyalah untuk orang pemalas, maka mereka telah melakukan kesalah terbesar dalam hidupnya. merkea tak tau saja bagaimana dan sesulit apa pekerjaan semacam ini lalu berani mengeluarkan komentar yang pastinya bisa melukai hati dan menurunkan semangat juang."

dulunya saya tidak begitu peduli dengan perkataan seorang teman ini. sekarang barulah ku paham dengan maksud dari perkataannya. bahkan menurutku fokus dan rajin saja tidak cukup bagi seorang broadcaster dan blogger tetapi harus dibarengi dengan jiwa kreatif dan saya anggap ini adalah bagian tersulit dari kedua hal tadi. dengan kata lain, bermodalkan Fokus dan Rajin tidak bisa menjamin konten yang dihasilkan mampu memikat banyak orang namun jika dibarengi dengan jiwa yang kreatif maka akan menjamin terciptanya konten yang unik dan disukai banyak orang. namun ketiga hal ini haruslah berjalan beriringan, itu hanya pendapatku semata.

Memilih menjadi Broadcaster Gaming

dengan sekian banyaknya peluang konten yang ada, saya lebih memilih untuk menjadi penyiar konten-konten video game. alasan utama saya adalah saya tidak butuh bagaimana cara membuat alasan terbaik. sebab bagi saya pribadi, gaming adalah bagian hidup yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian saya. dan saya tidak perlu mencarinya kemana-mana. dimanapun tempat saya berpijak saya dapat membuat konten selama saya masih bisa menggenggam smartphone. jadi konten gaming merupakan hal yang paling mudah, tanpa banyak berfikir tanpa banyak mempersiapkan ini dan itu saya menjamin mampu membuat konten kapanpun dan dimanapun. selain itu, saya tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencari ide. saya menganggap setiap waktu digunakan untuk bermain game itu sudah termasuk ide. yah, paling tidak saya hanya sedikit menguras tenaga berfikir soal tema dan judulnya saja. saking mudahnya, sampai saat ini tanpa sadar saya sudah menciptakan 300 lebih konten video game di channel youtube yang sedang saya kelola saat ini.

Konten Youtubeku

Resiko dan Hambatan

Resiko itu pasti ada dalam setiap pekerjaan beserta hambatannya. dalam dunia broadcaster gaming itu resiko yang kerap kali saya hadapi itu adalah masalah kesehatan. misalkan saja soal mata, akhir-akhir ini sering merasakan mata perih saat berhadapan dengan layar laptop dan smartphone. selain itu pandangan jarak jauh agak terganggu karena objek terlihat pecah sehingga sulit fokus pada objek yang berada jauh. bahkan sekarang saya tidak bisa lagi membaca tulisan dengan jelas pada papan-papan pengumuman yang berada disetiap sudut jalan jika jaraknya agak jauh. untuk itu, saya biasanya sesekali meliburkan diri dari semua aktifitas yang bersentuhan langsung dengan perangkat elektronik seperti handphone dan laptop. paling tidak ada sehari atau lebih dalam seminggu saya benar-benar istirahat dari aktivitas tersebut termasuk juga menyiarkan game. jadi saat ini saya sedang melatih diri dalam mengelola waktu dengan benar untuk menjaga kesehatan.

jika berbicara soal hambatan, maka satu-satunya hambatan terbesar yang saya hadapi saat ini adalah hanya sebatas fasilitas. sebagai seorang yang aktif bergelut dalam bidang ini saya ingin menjadi seorang yang profesional. bahkan saat ini saya menganggap saya sedang benar-benar menapaki jalan tersebut. hanya saja perjalanan saya disini terbilang lamban dan itu cukup meresahkan. saya belum punya fasilitas yang mumpuni untuk bisa menggapai hal itu. seharusnya saat ini konten-konten yang saya hasilkan sudah lebih maju setingkat dibandingkan dengan konten-konten saya sebelumnya. sebagai contoh, seharusnya saat ini saya sudah bisa membuat konten gaming dengan webcame seperti beroadcaster gaming pada umumnya agar bisa lebih dekat lagi dengan para penggemar dalam hal interaksi. saya bahkan sesekali memaksakan diri untuk tampil sedemikian di depan para penggemar dengan peralatan seadanya namun hasilnya masih kurang cukup. karena memang peralatan yang saya gunakan belum memadai, hanya karena dipaksakan akhirnya bisa juga. namun tetap hasilnya tidak seperti apa yang diharapkan atau katakan saja jelek. untungnya saya memiliki banyak penggemar yang setia di channel Mokota Games Lab, sehingga mereka dengan senang hati menerima semua konten yang terpublish dichannel tersebut tanpa banyak protes. mereka memang penggemar yang terbaik sepanjang sejarah perjalananku di dunia broadcaster, bahkan sampai saat inipun mereka masih mendukungku.
 

Tetap Santai dan Bersyukur

tidak terasa saya sudah berada dititik ini, meskipun belum mencapai target tapi setidaknya saya merasa sudah cukup berjuang dan sampai pada titik inipun sudah merupakan hal yang besar bagi saya. saya adalah orang yang sadar dengan tujuan hidup, broadcaster adalah  bagian hidup namun bukan tujuan sebenarnya dari hidup ini. saya tidak akan berani melakukan hal-hal yang melanggar aturan untuk memuluskan jalan pencapaian di dunia broadcaster. saya akan tetap berusaha tanpa harus keluar jalur yang tidak dibenarkan baik hukum pemerintah maupun hukum Allah. Tinggal sedikit lagi, target pertama sudah terlihat jelas. ia berada tepat diseberang jalan, hanya tinggal melewati jalan ini saja dan sampailah. semoga tahun ini saya mampu mencapai 1000 subs dan 4000 jam tayang, saya sangat mengharapkan itu. karena jika tahun ini berakhir sebelum mencapai target tersebut maka saya akan memulainya lagi dari awal dan mungkin saat itu saya mungkin telah menyerah.SUBSCRIBE, LIKE dan KOMEN ya!!!


Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Structure Bahasa Inggris

Positive and Negative degree of comparison

Penggunaan WHERE dan WHEN bahasa Inggris - grammar